Saturday, November 24, 2012

Analisi Pikiran

Aku suka berpikir pragmatis atau yang berhubungan langsung dengan simple logic. Walaupun begitu, pikiran ini selalu saja meminta yang lebih. Kompleksivitas pikiran yang menyebabkan energi berpikirku malah terbuang percuma. Sebenarnya tak begitu sulit mengenyahkan pikiran-pikiran 'yang tak penting' tersebut. Namun, aku ini mudah terbawa arus. Ketika suatu pikiran mencoba mempengaruhiku, maka pikiranku pun langsung mencoba menerka dan menguji asumsi dan logikanya mengenai pikiran tersebut. Sehingga dengan mudah pula pikiranku menyerapnya dan melakukan tindak lanjut atas usulan pikiran tersebut, ke dalam bentuk pikiranku sendiri.
Korelasi antara pikiran dan tindakan itulah yang cukup senjang, membuat selama ini aku terbilang pasif. Inisiatif pikiran yang telah terpengaruhi pikiran lain, terpenggal begitu saja. Bukan inisatifku, namun inisiatif pikiran lain yang terpengaruh oleh pikiranku. Hal tersebut cukup untuk mengebiri pikiran orang-orang di planet ini, menjadi pikiran yang serba instan.
Untuk berdiri kokoh atas pikiran sendiri, tentu membutuhkan kekerasan pikiran layaknya batu karang atau berlian. Pikiran yang berdiri sendiri pada satu sisi subjektif maupun objektif manusia, sudah seharusnya bisa mempengaruhi fisik maupun perilaku manusia itu sendiri ke arah yang dikehendaki sang pikiran. Pikiran tak bisa dikendalikan, demikian pula perasaan. Asumsinya, pikiran atau mungkin perasaan yang telah terluka, tak bisa disembuhkan. Pikiran yang terluka, lebih cenderung kepada pikiran yang tak mampu mengerti pikirannya sendiri apa yang dikehendaki oleh pikirannya tersebut.
Penyembuhan pikiran yang terluka bisa saja dengan bersosialisasi dengan pikiran lain, namun tetap dalam batas dapat memegang teguh kealamian dari pikirannya sendiri. Dengan cara yang terbilang 'lebih sederhana' juga bisa, kosongkan pikiran dan kibaskan segala kelekatan yang membebani pikiran tersebut, dengan kata lain adalah dengan tidur.
Dalam pikiranku pun aku kembali menerka pikiranku bahwa suatu pikiran tak bisa dengan mudahnya mengerti pikiran lain, seperti halnya anda mengerti maksud dari pikiran atas tulisan ini. Tetaplah berpikir, karena pikiran yang aktif dapat menuntun pikiran lain agar semakin berpikir. Sekian.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment